Selasa, 12 Januari 2010

Analisis Pada Kajian Stategis KSEI Sebagai Tawaran Mencetak Sumber Daya Manusia Ekonomi Islam yang Unggul (Studi Kasus Pada Kajian Strategis KSEI Pro

Oleh : Hilman Fauzi dan Nila Dewi

Abstraksi
Pesatnya perkembangan ekonomi islam memberikan konsekuensi logis dalam pembentukan SDM Ekonomi Islam yang harus berkualitas (unggul). Seiring berjalannya waktu, tuntutan menanamkan kepercayaan masyarakat juga mendorong institusi pendidikan untuk membuka program studi ekonomi islam. Walaupun hasilnya dirasa belum mampu memenuhi permintaan tinggi pada institusi/lembaga ekonomi islam. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah strategi yang dapat membantu peran institusi pendidikan dalam mencetak SDM ekonomi islam yang berkompeten. Kegiatan kajian dalam KSEI merupakan langkah strategis untuk mendukung pembentukan mahasiswa menjadi SDM yang diharapkan. Maka dalam tulisan ini akan dibahas Bagaimana menciptakan suatu strategi dalam meningkatkan SDM Ekonomi Islam yang Unggul (memilki Knowledge, Characteristic, dan Skill yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan) dan Sejauh mana peran kajian dalam KSEI dalam proses menciptakan SDM yang berkompeten dalam meyakinkan masyarakat tentang Ekonomi Islam?. Dengan menggunakan studi kasus pada KSEI Progres STEI Tazkia dan menggunakan metode simple regression pada minitab dengan variable x sebagai kajian strategis dan kompetensi SDM sebagai variable y, diperoleh hasil bahwa kajian strategis KSEI memilki peranan penting dalam mendorong dan menciptakan SDM yang berkualitas (unggul).

Kata kunci : Ekonomi Islam, SDM Ekonomi Islam, Kajian KSEI, Simple Regression
Klasifikasi Jel : P40, J89, A29, C25





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengenalan Ekonomi Syariah di Indonesia mulai membumi ketika berdiri pertama kalinya Bank Syariah pada tahun 1992. Landasan hukum yang digunakan berdasar pada UU No 7 Tahun 1992 tentang kemungkinan diterapkannya system bagi hasil dalam instrument perbankan. Bank syariah mulai menunjukkan signifikansi dalam kurun waktu sepuluh tahun setelah disahkannya UU No. 10 Tahun 2008 tentang perbankan syariah. Data Statistik Perbankan syariah Bank Indonesia, bulan September 2009 mencatat jumlah jaringan perbankan syariah terdiri dari : 5 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 137 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) .
Selain industri perbankan, perjalanan sistem ekonomi syariah merambah kepada lembaga non-bank yang lain. Misalnya Asuransi Syariah yang muncul pada tahun 1994, Pegadaian Syariah hadir sejak tahun 1993, dan belum lagi Koperasi berbasis system syariah yang dikenal dengan KBMT (Koperasi Baitul Maal Waa Tamwil). Seperti halnya lembaga keuangan diatas, Pasar Modalpun yang dikenal oleh banyak masyarakat dengan unsur negative mulai berdiri pada tahun 2000. Pembentukan JII (Jakarta Islamic Index) yang merupakan hasil kerjasama antara Bursa Efek Jakarta dan danareksa semakin mempertegas eksistensi sistem Ekonomi Islam (dibaca : Syariah) yang mesti diperhitungkan .
Sebuah konsekuensi logis dari fenomena ini adalah SDM (Sumber Daya Manusia) yang faham betul tentang mekanisme bisnis syariah, yang sewajarnya ditopang dengan kemampuan syariah yang kuat serta keterampilan bidang keilmuan terkait menjadi sebuah keniscayaan. Hal ini dilatarbelakangi oleh karakteristik dan nilai-nilai yang jauh berbeda antara sistem Ekonomi Islam (dibaca : Syariah) dan Ekonomi Konvensional didalam instrument lembaga keuangannya. Menurut biro perbankan syariah BI, dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dibutuhkan 10 ribu SDM yang memilki kualifikasi dan keahlian dalam disiplin ilmu tentang ekonomi Islam. Dan jelas ini akan terus bertambah seiring proses kenaikan permintaan terhadap Ekonomi Syariah.
Perguruan tinggi sebagai Agent of Social Change, memilki peranan penting dalam menecetak dan menghasilkan SDM Ekonomi Islam. Seperti halnya kita ketahui, telah banyak diantara perguruan tinggi “melek” untuk membuka program studi berkaitan tentang Ekonomi Islam baik itu perguruan tinggi Negeri, Swasta, ataupun sekolah tinggi yang berdiri semata-mata untuk mencetak dan membentuk SDM Ekonomi Islam. Variabel terpenting dalam sebuah institusi perguruan tinggi, khusunya dalam hal ini tentang Ekonomi Islam adalah kurikulum yang ditawarkan dan juga mahasiswa sebagai segmentasi pasti akan instrument tersebut.
Merujuk pada hasil penelitian Agni dan Indah (2008), tentang kesiapan mahasiswa Ekonomi Islam dalam menghadapi pasar tenaga kerja menyimpulkan bahwa mahasiswa yang mengambil Program Studi Ekonomi Islam sejauh ini “menunjukkan korelasi yang lemah” yaitu ada ketidaksiapan dari sisi mahasiswa Ekonomi Islam terhadap pasar tenaga kerja Lembaga keuangan syariah. Dalam artian permintaan tinggi yang diharapkan oleh lembaga keuangan syariah belum mampu diimbangi dengan penawaran yang qualified (memuaskan atau sesuai dengan yang diinginkan) dari perguruan tinggi.
Oleh karena itu, menjadi suatu hal yang wajar ketika banyak ekonom “non-syariah” menyebutkan ekonomi syariah hanyalah sebuah wacana berupa trigger tatkala krisis keuangan global menghampiri. Bukan berarti diam dan berpangku tangan pada Depdikti dan Depag yang sedang menggarap kurikulum yang sempurna untuk memenuhi permintaan ini, akan tetapi haruslah ada sebuah strategi yang langsung bersentuhan antara pendekatan disiplin ilmu Ekonomi Islam dengan kegiatan Mahasiswa secara nyata. Kegiatan Kajian Starategis yang senantiasa diadakan oleh mahasiswa yang concern terhadap Ekonomi Islam yang terhimpun dalam KSEI (kelompok Studi Ekonomi Islam) di setiap perguruan tinggi menjadi bentuk kegiatan dan tindakan riil yang bersentuhan antara disiplin ilmu ekonomi Islam dengan mahasiswa, yang secara langsung akan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan ekonomi Islam.
Ketika agenda ini disepakati sebagai instrument yang mampu mengisi kekurangan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah merumuskan grand strategi kajian ekonomi islam yang mampu diterima dan mengena terhadap segmentasi yang dituju. adapun salah satu langkah konkrit penerapan strategi tersebut ialah dengan mempersiapkan generasi yang tangguh dan handal dalam lingkungan lembaga pendidikan melalui kajian informal yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok studi ekonomi Islam.

1.2 Rumusan Masalah
Latar belakang masalah yakni minimnya Sumber daya Manusia yang memiliki kompetensi dalam pemahaman ekonomi syariah dan mengkisnya kepercayaan masyarakat teerhadap implementasi system tersebut, maka rumusan masalah dalam tulisan ini dapat disusun dengan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Bagaimana menciptakan suatu strategi dalam meningkatkanSDM Ekonomi Islam yang Unggul (memilki Knowledge, Characteristic, dan Skill yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan)?
2. Sejauh mana peran kajian dalam KSEI dalam proses menciptakan SDM yang berkompeten dalam meyakinkan masyarakat tentang Ekonomi Islam?

1.3 Manfaat Penulisan
Mengingat betapa pentingnya urgensi peningkatan Sumber Daya Manusia dalam eksistensi perkembangan sistem ekonomi islam di Indonesia, maka penulisan karya tulis ini tentu diharapkan memberikan manfaat dalam hal berikut:
1. Turut berkontribusi untuk menciptakan sebuah formulasi efektif yang kemudian melahirkan best action and method dalam struktur ekonomi falah dengan orientasi universal.
2. Memberikan wacana dan pengetahuan baru dalam mempererat tali silaturahim antar KSEI, untuk meningkatkan strategi kajian yang mampu diterima sehingga dalam ranah yang makro mampu memberikan kontribusi pasti bagi perkembangan Ekonomi Islam.
3. Mampu berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Ekonomi Islam



BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 SDM Ekonomi Islam yang Unggul
Pesatnya perkembangan Ekonomi Islam (dibaca : Syariah) ditandai dengan progresivitas lembaga keuangan syariah di berbagai belahan dunia –termasuk di Indonesia- jelas membutuhkan SDM untuk memempati berbagai posisi. Namun sayangnya, masalah SDM masih menjadi problem Fundamental di Indonesia. Banyak penelitian yang menunjukkan akan fenomena dan fakta ini.
Dalam sebuah institusi bisnis -termasuk bisnis syariah-, SDM memilki peran strategis sebagai Human Capital yaitu penentu utama dalam menghadapi persaingan global. Sistem Ekonomi Islam jelas sangat berbeda dengan system Ekonomi Konvensional, begitu pula yang terjadi pada lembaga keuangan atau lembaga bisnisnya. Lembaga bisnis konvensional dan lembaga bisnis Islam memilki perbedaan yang kontradiktif, sehingga pada takaran SDMnya pun jelas berbeda, Lembaga dalam naungan aturan Islam jelaslah membutuhkan SDM yang menemmpatkan nilai keislaman dan keimanan yang luhur dalam setiap tindakan, baik perkataaan ataupun perbuatan.
Mengadopsi serta mengembangkan pengertian SDM yang diutarakan oleh penning dan Wittleoostuijn (1998), maka profil SDM Ekonomi Islam haruslah memilki characteristic, skill, dan knowledge khusus berkenaaan tentang Ekonomi Islam (Lembaga Keuangan ataupun Lembaga Bisnis). Diantara pemahaman tersebut adalah :
1. Aspek Characteristic
Berbicara tentang karakteristik berarti membahas tentang sifat dan watak yang harus dimilki oleh seorang SDM Ekonomi Islam. Dalam hal ini berkaitan dengan akhlaq yang wajib direfleksikan dengan pedoman Al-Qur’an dan As-Sunnah. Fakta hari ini menunjukkan bahwa akhlaq SDM Ekonomi Islam masih “bias” jauh dari tuntunan Ayat Kauliyah Allah SWT. Sehingga kerap kali para stakeholders lembaga keuangan Islam menjadi ragu untuk ikut menggauli system yang suci ini, maka menjadi PR (pekerjaan Rumah) besar yang fundamental untuk menyiapkan SDM Ekonomi Islam berkarakter.
2. Aspek Skill
Skill atau kemampuan yang harus dimilki oleh SDM Ekonomi Islam antara lain : kemampuan mengemban amanah (Khalifah), kemampuan berkomunikasi dengan baik (Tabligh), kemampuan memasarkan dengan baik (Fathonah), Kemampuan menujukkan pelayanan yang prima sebagai perwujudan dari bentuk ibadah. Lembaga bisnis syariah tidak hanya menawarkan jasa dan produk, namun juga menawarkan Value, maka, setiap SDM Ekonomi Islam harus mampu mentranspormasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Nash (Al-Qur’an dan Al-Hadits) dalam setiap kemampuan yang diimplementasikan dalam prilakunya.
3. Aspek Knowledge
Knowledge diartikan sebagai sebuah pengetahuan yang terdiri dari informasi dan dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persolan dan mampu direfleksikan dalam proses perbaikan kinerja. Knowledge yang harus dimiliki SDM syariah antara lain penguasaan terhadap Al-Qur’an dan Assunnah –khususnya tentang bisnis– sebagai rujukan utama Islam. Penguasaan terhadap Fiqh Muamalah sebagai rujukan hukum ekonomi/muamalah.
Ketiga aspek diatas, merupakan serangkaian hubungan yang linear. Untuk menghasilkan SDM Ekonomi Islam yang unggul maka hendaknya ketiga aspek diatas perlu dimilki secara keseluruhan, sebab jika ada salahsatu yang hilang maka ada salahsatu instrument penting lain yang akan menghambat terciptanya SDM Ekonomi Islam yang Unggul.

2.2 Membangun dan mengembangkan SDM syariah
Upaya untuk mengembangkan ekonomi syariah haruslah dimulai dengan menciptakan cendekiawan-cendekiawan muslim yang menguasai seluk-beluk ekonomi konvensional dan memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip ekonomi syariah. Ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berbasis syariah pada industri perbankan dan keuangan syariah, baik kualitas maupun kuantitas antara lain; Pertama, perlunya regulasi berupa undang-undang dan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan industri perbankan dan lembaga keuangan syariah yang memungkinkan dinamika ekonomi syariah tumbuh dan berkembang secara sehat. Kedua, perlunya sosialisasi tentang ekonomi syariah pada lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal melalui kurikulum pendidikan mulai tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Ketiga, Perlunya peran lembaga dakwah dalam memberikan pencerahan tentang syariah Islam, Keempat, peran orang tua dan guru sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh baik dari sisi akidah, syariah maupun ahlak. Kelima, perlunya sinergitas dari seluruh komponen industri perbankan dan lembaga keuangan syariah dalam menyosialisasikan dan menyiapkan sumber daya manusia yang berbasis syariah melalui seminar,lokakarya, simposium, dialog terbuka serta pelatihan-pelatihan yang berjenjang dan berkesinambungan. Keenam, perlu dibuat lembaga training center dan konsultan ekonomi syariah sebagai pabrik SDM industri perbankan dan lembaga keuangan syariah.
Ketujuh, saatnya mendirikan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) untuk menghasilkan sarjana-sarjana ekonomi Islam yang paham tentang hukum-hukum syariah dan manajemen perbankan.Kedelapan, perlunya kerjasama multilateral SDM dengan negara-negara yang sudah maju dalam pengembangan industri dan lembaga keuangan syariah. Serta kesembilan, perlu dibuat forum komunikasi pelaku industri perbankan dan keuangan syariah.
Kesepuluh, perlu dibentuk lembaga sertifikasi sumber daya manusia yang berbasis syariah. Sehingga SDM yang bekerja di industri perbankan dan lembaga keuangan syariah memiliki kualitas yang terjamin. Dan yang kesebelas, peran MUI dan Dewan Syariah Nasional (DSN) harus proaktif untuk memberikan masukan dan nasehat terhadap pengembangan sumber daya manusia syariah, agar kompetensi dan perilaku mereka tidak bertentangan dengan syariah.
2.3 Kajian Strategis KSEI
KSEI adalah Kelompok Studi Ekonomi Islam yang concern dan bergerak di bidang pengembangan Ekonomi Islam pada tataran dan ranah ruang lingkup mahasiswa di setiap perguruan tinggi. KSEI sendiri merupakan kepanjangan tangan dari FOSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) yang secara keseluruhan menghimpun seluruh KSEI yang berada di Indonesia. Dan ditelusuri lebih jauh lagi, FOSSEI pula merupakan sayap kanan pergerakan untuk pemuda dan mahasiswa pada organisasi MES (MaSyarakat Ekonomi Syariah).
Sebuah organisasi yang dinamakan KSEI sangat erat pergerakannya dengan nuansa atau miliu kajian. Seakan sebuah KSEI tanpa ada kajian yang dikatakan ruh organisasi bisa dipastikan KSEI tersebut masuk dalam kategori kegagalan organisasi . Kajian sebagai instrument strategis sekaligus program kerja pasti dalam organisasi KSEI senantiasa dijadikan kegiatan utama, walaupun kadangkala antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan kajian lebih sedikit disbanding kegiatan lainnya. Dengan alasan yang dikemukakan bahwa kejenuhan yang akut untuk memenuhi kegiatan tersebut, walaupun sebenarnya tergantung kepada strategi dan pola kajinnya.
Organisasi KSEI dalam kurun waktu yang sangat cepat telah berjumlah 113 KSEI yang tersebar di penjuru nusantara . Dengan kuantitas yang banyak ini, pasti terdapat berbagai jenis strategi kajian KSEI dalam menjalankan roda organisasi dan nuansa intelektualitas di bidang ekonomi Islamnya.

2.4 KSEI Progres STEI Tazkia
Progres adalah sebuah KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang mewadahi mahasiswa STEI TAZKIA untuk mengkaji lebih dalam mengenai Ekonomi Islam dan ilmu-ilmu pendukung lainnya. Progres merupakan Departemen Khusus di bawah BEM STEI TAZKIA. Dan terdaftar sebagai anggota FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) yang merupakan organisasi tempat KSEI-KSEI yang ada di seluruh Indonesia.
Melihat kepada literature sejarahnya Progres (Pelopor Gerakan Ekonomi Syariah) adalah forum kajian ekonomi syariah yang diprakarsai oleh Mahasiswa STEI TAZKIA angkatan I dan II pada tanggal 23 januari 2004 dengan dilatar belakangi oleh Maraknya gerakan Ekonomi Syariah di berbagai kalangan terutama di kalangan mahasiswa, menuntut kita agar ikut berpartisipasi (1), Banyaknya KSEI-KSEI yang telah dibentuk di berbagai kampus (2), Kebutuhan akan wadah untuk mengaktualisasikan kemampuan mahasiswa di bidang ekonomi syariah dan juga sebagai wadah komunikasi dengan berbagai gerakan organisasi ekonomi syariah (3), dan Sebagai respon terhadap perkembangan zaman yang melaju begitu cepat (4).
Perjalanan KSEI progres seutuhnya terjaga dalam koridor Visi dan Misi yang dimilkinya. Visi tersebut adalah “Menjadi Analisator Ekonomi yang Berwawasan Syariah”, terangkum dan terejawantahkan dalam misi Mengimplementasikan konsep Qur’ani dalam bidang ekonomi (1), Menjadi forum terdepan dalam kajian ekonomi syariah, baik teoritis maupun praktis (2), Melakukan pengembangan dan sosialisasi ekonomi syariah (3), Menjaga kesucian dan kemurnian perjalanan ekonomi syariah (4), dan Melakukan rekontruksi pemikiran dan instrumen ekonomi syariah (5).

Gambar 1.
Struktur Organisasi KSEI Progres STEI Tazkia



2.5 Eksistensi KSEI Progres dalam kacamata Fossei dan KSEI lain
Tidak menunjukkan keriaan dan kebohongan bahwa KSEI Progres merupakan KSEI yang perlu diperhitungkan eksistensinya. Dalam penghargaan Best KSEI 2008, KSEI Progres menempati urutan pertama (1) sebagai KSEI terbaik di Bidang Fiqh Muamalah, dan secara keseluruhan menjadi KSEI urutan ketiga sebagai KSEI Terbaik dalam kinerja dan pengembangan KSEI nya. Apalagi setelah melahap habis TEMILNAS 8 UGM Yogyakarta sebagai juara Umum pada ajang tersebut. Walaupun pada TEMILNAS 9 UNUD Bali tidak menunjukkan prestasi yang sama, namun KSEI Progres tetap menjadi rujukan untuk KSEI lain dengan senantiasa banyaknya kunjungan dari KSEI lannya. Adapun prestasi lain yang diperoleh antara lain:
1. Pemegang piala bergilir FoSSEI dan IAEI tahun 2008
2. Nominasi KSEI terbaik “Best Performance” (5 besar) dari 95 KSEI di seluruh Indonesia
3. Terpilihnya saudara Fauzul Azmi Zein sebagai Presidium Nasional FoSSEI 2008-2009
4. Terpilihnya saudara Faqih sebagai Ketua Komisariat (Komsat) Bogor FoSSEI 2008-2009
5. Terpilihnya saudari Ade Mulya Komariyah dan Reni Eka Putri sebagai sekretaris Komsat Bogor FoSSEI 2008-2009
6. Terpilihnya saudara Willy Mardian sebagai Staf Sumber Daya Insani Komsat Bogor FoSSEI 2008-2009
Seiring berjalannya waktu, KSEI Progres telah menembus angka sekitar 350 orang yang terdaftar sebagai anggota. Diantara 350 tersebut, alumni yang telah lulus pendidikan strata 1 mencapai 75 orang. Bukti menunjukkan bahwa mahasiswa yang dulu terdaftar sebagai anggota KSEI dan senantiasa mengikuti kajian memilki tingkat kompetensi yang lebih disbanding dengan lulusan lainnya. Bukti ini dapat dilihat dari SDM Ekonomi Islam STEI Tazkia yang aktif di kajian strategis KSEI telah ammpu beradaptasi dengan permintaan lembaga keuangan ataupun institusi keuangan di masyarakat














BAB III
Metode dan Sistematika Penulisan

Penyusunan karya tulis ini merupakan penulisan atas penelitian studi pustaka atau studi literature yang telah dipublikasikan, dan kemudian kami kaji sesuai arah kajian teoritis dan praktis. Adapun tinjauan studi literature tersebut terdiri dari: artikel, jurnal, dan karya ilmiah lain dengan disertai metode studi kasus pada KSEI Progres (Pelopor Gerakan Ekonomi Syariah) melalui program kajian strategis. Untuk mengukur sejauh mana hubungan antara kajian strategi KSEI dan pembentukan kompetensi SDM, kami menggunakan metode simple regression pada minitab dengan variable x sebagai kajian strategis dan kompetensi SDM sebagai variable y, yang dihasilkan dari proses pendataan melalui Quesioner kepada lulusan 1, 2, 3, dan 4 STEI Tazkia mengenai peran strategis dari KSEI dalam pengembangan alur kajian yang dimilkinya.
Adapun sistematika penulisan dalam karya tulis ini antara lain :
BAB I, berupa pendahuluan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, dan manfaat penulisan
BAB II, berupa kajian teori yang membahas hal teoritik atau hasil penelitian lain yang akan mendukung terhadap pembahasan yang ingin diteliti
BAB III, berupa metode dan sistematika penulisan yang mencakup metodologi penulisan yang dipakai serta bagian-bagian yang dibahas dalam karya tulis ini
BAB IV, berupa pembahasan yang mengejawantahkan dan membahas secara lebih mendalam mengenai penelitian dan substansi dari tulisan ini
BAB V, berupa Penutup yang mencakup kesimpulan dan saran untuk tulisan ini










BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Perkembangan Ekonomi Islam dan Problematika Sistem
Dewasa ini perkembangan wacana Ekonomi Islam di Indonesia telah mendapatkan perhatian yang cukup baik, dimulai dengan arah kajian yang tidak hanya mengerucut pada konsep keilmuan yang dirumuskan secara sistematis, namun juga menunjukan bahwa Ekonomi Islam merupakan bentuk system dalam keseluruhan yang kompleks terdiri dari susunan yang saling berhubungan. Dapat dikatakan sesungguhnya bagian dati tata kehidupan yang lengkap berdasarkan bagian nyata dari pengetahuan yaitu pengetahuan yang diwahyukan (Al Quran), Sunnah Rasul, deduksi analogik, dan penafsiran berikutnya yang berlaku di masyarakat sesuai kesepakatan ulama. Seiring dengan hal tersebut, pengembangan aspek implementatif menekankan pada pengembangan ekonomi Islam yang diterapkan pada lembaga-lembaga berbasis syariah bagaimana kebijakan dalam mensinergikan strategi yang benar-benar tepat dan efektif.
Manusia merupakan elemen hidup dan pokok dari setiap program pembangunan. Entitas Sumber Daya Manusia adalah tujuan sekaligus sabagai sasaran pembangunan, dan apabila tidak dipersiapkan dengan tepat untuk dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan, dan kepentingan dirinya tidak dilindungi dalam batas-batas kesejahteraan social, maka niscaya tidak akan berhasil dalam mengaktualisasikan tujuan-tujuan pokok syariat. Permasalahan yang dihadapi dalam setiap rentan waktu adalah bagaimana memotivasi individu untuk melayani kepentigan social seiring dengan filterisasi moral, menanamkan bahwa melayani kepentingan individu pada hakikatnya adalah melayani kepentingan social. Aplikasi dalam mainset ini salah satunya adalah dengan mengoptimalkan SDM agar senantiasa berperilaku kondusif bagi realisasi efisiensi yang optimal dalam penggunaan sumber-sumber daya. Sehingga sebuah system yang menjamin terciptanya falah tentu tidak terlepas pula dari peran SDM dengan integritas yang tinggi dan disiplin yang kuat dalam merealisasikan konsep dasar maqashid syariah yang menjaga kesinambungan tatanan kehidupan.
Terlepas dari factor yang mendukung terciptanya system , realita yang muncul dan menjadi sandungan bagi roda system ekonomi syariah itu sendiri adalah unsur kepercayaan masyarakat yang seolah kian mengikis kebenaran. Keraguan yang muncul menimbulkan keengganan untuk turut menjadi bagian dalam pengguna system, terutama dalam penggunaan akses keuangan perbankan islam.
Gambar 2.
Rules of Contemporary Economic Problem










Berbicara problematika system lebih dalam, secara keseluruhan yang terjadi bersifat kausalitas, minimnya sumber daya manusia baik dalam kualitas maupun kuantitas mengakibatkan kurang optimalnya sector lembaga keuangan syariah. Ketersediaan sumber daya yang ada bukan pula menjamin perkembangan industry syariah, karena selain itu tugas yang masih belum terselesaikan ialah dengan memaksimalkan potensi SDM. Meningkatkan kualitas atau potensi SDM jelas tidak semudah membalikan telapak tangan, upaya yang dilakukan tidak sekedar mengadakan pelatihan instan untuk orang-orang yang akan terjun ke dalam industry syariah. Hanya dalam waktu yang singkat terciptalah komunitas orang-orang berhasil mengikuti pelatihan teknis, namun tetap minim dalam pemahaman syariat islam.
Saatnyalah peran lembaga pendidikan kini lebih diberdayakan, yang tentu ditopang oleh dukungan pemerintah. Indicator keberhasilan sebuah institusi pendidikan dilihat dari SDM yang terdapat di dalamnya dan sejauh mana optimalisasi kemampuan untuk dapat berperan dalam masyarakat. Hingga saat ini terdapat lembaga-lembaga pendidikan yaitu perguruan tinggi yang menyediakan fakultas yang khusus bergerak di bidang ekonomi syariah, termasuk perguruan tinggi yang bukan mengatas namakan kampus islam. Oleh karena itu, strategi restrukturisasi social ekonomi dengan focus kepada usaha mentransformasi factor SDM dalam pembangunan menjadi strategi yang dinilai tepat untuk menjadikannya mampu berperan aktif menciptakan falah dengan orientasi rahmatan lil alamin. Dan peran aktif kita sebagai mahasiswa demi tercapainya tujuan secara makro, dengan cara memulai dari cakupan pada ruang lingkup kampus. Salah satunya adalah membentuk KSEI yang memuat program kajian strategis di dalamnya. Lalu kajian strategis seperti apa yang dinilai mampu membentuk SDM yang unggul?, kami akan mencoba menguraikannya.

4.2 Deskripsi Program Kajian Strategis
Kajian strategis terdiri dari beberapa bentuk kajian, yaitu kajian basic, intermediate, kajian fiqh, dan kajian riset yang masing-masing dilakukan dengan berbagai pendekatan; integration approaching, value added dan negation approaching. Pendekatan memadukan (integration) diterapkan berupa mengkaji hal-hal ataupun konsep yang bersifat kontemporer dan tidak bertentangan dengan syariat Islam sehingga dinilai dapat dilaksanakan, seperti penetapan pajak yang dipadukan instrument zakat. Pendekatan penambahan nilai (value added) contohnya dengan menyertakan nilai-nilai islam dan moralitas agama dalam pola berkonsumsi, akad perbankan, dsb. Serta mengkaji unsur yang bersifat penolakan (negation) atas segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam.
Adapun kajian basic membahas tentang dasar-dasar ilmu ekonomi Islam seperti fiqh muamalah, perbankan syariah, asuransi syariah, serta ilmu pendukung lainnya, diadakan rutin setiap satu minggu sekali. Kajian ini mencoba memberikan dasar pemahaman ekonomi Islam sehingga dapat menjawab tuntutan di masyarakat. Kajian intermediate diperuntukan bagi mahasiswa yang terlebih dahulu telah mengikuti rangkaian kajian basic dan telah lulus mengikuti evaluasi. Memiliki empat bentuk kajian: pro-kontra, kajian umum, turats, dan talk show yang menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kajian fiqh dengan konsentrasi pada fiqh muamalah maaliyah yang merupakan upaya mengaplikasikan ilmu-ilmu fiqh dalam kondisi perekonomian saat ini. Kajian riset dengan kegiatan melakukan riset ilmiah terhadap isu perekonomian, khususnya akonomi syariah serta menganalisis hasilnya dalam bentuk kajian. Konsep-konsep kajian di atas bertujuan antara lain:
1. Memberi pemahaman mendalam mengenai konsep ekonomi syariah dan menganalisa penerapan system ekonomi konvensional
2. Mengajak mahasiswa untuk turut berperan mengkritisi permasalahan kontemporer terkait kebijakan dalam perspektif syariah
3. Melatih dan menumbuhkan pribadi tangguh yang memperjuangkan kebenaran atas system ekonomi islam disertai filterisasi moral
4. Dapat terjun ke masyarakat dan menanamkan kepercayaan dengan mengaplikasikan nilai-nilai ekonomi islami


Gambar 3.
Deskripsi Kajian Strategis KSEI Progres

















4.3 Grand Strategy Process of Islamic Economy
Menerapkan strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah khusunya upaya pembentukan SDM ekonomi syariah yang berkompeten, memerlukan tinjauan atas beberapa tahapan penting. Satuhal yang patut diperhatikan adalah bagaimana menetapkan langkah yang tepat berlandaskan Islamic worldview terutama yang berhubungan dengan konsep ekonomi terkait khalifah, alam, dan keadilan. Pemahaman itulah yang selanjutnya mampu dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Cara pandang yang tepat tentu diharapkan melahirkan strategi dan kebijakan yang tepat pula, sehingga membawa pada peran KSEI yang sesungguhnya dalam ruang lingkup perekonomian. Dengan terciptanya SDM handal maka kepercayaan masyarakat dengan sendirinya akan tercipta dan senantiasa akan disesuaikan dengan arah kajian (fine tuning process). Pengarahan-pengarahan dan pembinaan melalui kajian strategis ini tidak hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek (short term) akan tetapi akan berjalan terus menerus dan bermanfaat dalam jangka panjang (long term).


Gambar 4.
Grand Strategy of Islamic Economy and KSEI Position















4.4 Hubungan antara kajian strategis KSEI dan kompetensi SDM

Untuk membuktikan sejauh mana hubungan antara kajian strategi dalam pembentukan kompetensi SDM, kami mengumpulkan data yang berasal dari populasi lulusan STEI Tazkia dan mengambil 30 orang sample. Adapun variable bebas (x) yaitu kajian strategis KSEI dan varibel (y) yaitu kompetensi SDM. Dari metode yang digunakan yaitu analisis simple regression dengan pengolahan data melalui minitab didapat hasil sebagai berikut:
Regression equation: y= 8.85+8.889x
R-Sq = 81.7%
Dengan R-Sq sebesar 81.7% di atas dapat menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara variable x dan variable y


Gambar 5.
Chart Scatter and auto regression Curve on Quesioner



Lampiran I
Minitab analysis


Regression Analysis: y versus x

The regression equation is
y = 8.85 + 0.889 x


Predictor Coef SE Coef T P
Constant 8.854 5.600 1.58 0.125
x 0.88886 0.07941 11.19 0.000


S = 5.29345 R-Sq = 81.7% R-Sq(adj) = 81.1%


Analysis of Variance

Source DF SS MS F P
Regression 1 3510.6 3510.6 125.29 0.000
Residual Error 28 784.6 28.0
Total 29 4295.2


Unusual Observations

Obs x y Fit SE Fit Residual St Resid
1 73.0 90.000 73.741 1.006 16.259 3.13R
9 37.0 40.000 41.742 2.753 -1.742 -0.39 X

R denotes an observation with a large standardized residual.
X denotes an observation whose X value gives it large influence.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Realita yang muncul dan menjadi sandungan bagi roda system ekonomi syariah adalah unsur kepercayaan masyarakat yang seolah kian mengikis kebenaran. Keraguan yang muncul menimbulkan keengganan untuk turut menjadi bagian dalam pengguna system. . Permasalahan lain yang juga muncul adalah minimnya SDM ekonomi syariah dalam segi kualitas maupun kuantitas, yang membawa dampak pada kurangnya integritas lembaga keuangan syariah. Sehingga hal itu memicu peran aktif mahasiswa untuk turut merangsang pembentukan sumber daya manusia yang berkompeten. Adapun grand strategy yang ditawarkan demi tercapainya tujuan secara makro ialah dengan memulai dari ruang lingkup kampus berupa optimalisasi kajian strategis KSEI. Dan setelah melakukan analisa berupa metode regresi sederhana (simple regression), dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kajian strategis KSEI dan kompetensi SDM, jadi kegiatan kajian dalam KSEI memiliki peranan penting dalam mendorong pembentukan SDM yang berkompeten dan berkualitas (unggul).

5.2 Saran
Mengingat pentingnya menciptakan sebuah karya tulis yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah, maka dalam rangka penyempurnaan karya tulis ini kami pun berharap adanya langkah pengkajian yang lebih lanjut dari berbagai pihak. Diharapkan seluruh entitas penting dalam struktur kehidupan baik lembaga atau institusi pendidikan, para akademisi, dan mahasiswa dapat bekerja sama senantiasa menciptakan terobosan-terobosan baru dalam upaya menciptakan generasi yang unggul secara kaffah.







DAFTAR PUSTAKA
1. Antonio, Muhamad Syafi’i, 2001.Bank Syariah dari Teori dan Praktik. Penerbit Gema Insani Press dan Tazkia Cendekia: Jakarta
2. Agni, Indah. Menakar kesiapan mahasiswa ekonomi syariah mengahadapi pasar tenaga kerja.2008
3. Dekar Urumsah, 2006. “Knowledge Sebagai Kunci Sumber Daya Manusia”, Jurnal Kompak No. 1, Januari-Juni. hal. 18
4. “Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Ekonomi Islam (Perspektif Lembaga Keuangan Syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta)” Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia 2005, hal. 16
5. KSEI Progres Database 2001 - 2008
6. Parakkasi Idris. Membangun Sumber Daya Manusia Berbasis Syariah.2008
7. Prapti LK, Eunike.“Pengembangan Human Capital sebagai Sumber Competitive Advantage”. Jurnal Janavisi Vo. 8. No.2. ISSN: 1410-8372. 2005
8. Republika, “SDM UUS lemah” Edisi 5 Agustus 2005 hal. 15.
9. Sharing, Majalah Ekonomi dan Bisnis Syariah Edisi 13 Thn II, Januari 2008, hal 42
10. Sharing, Majalah Ekonomi dan Bisnis Syariah, Edisi 17 Thn. II Mei 2008, hal 56
www.bi.go.id
www.fossei.org

Cobb-Douglas Production (Analisis Pendekatan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro)


Dini Junanti

Hilman Fauzi Nugraha

Abstraksi

Kegiatan produksi merupakan trilogi (Konsumsi, Distribusi, dan Produksi) kegiatan yang secara niscaya senantiasa menjelma dalam suatu perekonomian. Proses ini senantiasa menjadi salahsatu indicator dalam assessment (Penilaian) perjalanan suatu ekonomi pada waktu dan wilayah tertentu. Walau terkesan bersifat mikro, akan tetapi jika dihitung secara agregat (keseluruhan) maka akan menghasilkan nilai kauntitatif yang makro. Berkaitan dengan paradigma teori ekonomi makro, sesungguhnya teori produksi dapat dilihat dari nilai akhir suatu output yang dimaksimalkan dalam suatu perekonomian yaitu melalui PDB ataupun PNB, yang selanjutnya dikategorikan seabagi suatu pertumbuhan ekonomi. Meteode kuantitatif (matematis) untuk mengejaweantahkan pemahaman diatas mengenai teori produksi baik yang bersifat mikro ataupun makro telah banyak digunakan, akan tetapi diantara banyak metode tersebut belum mewakili seluruh variable yang seyogyanya berpengaruh terhadap teori tersebut. Maka oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang mampu mengejawantahkan kegiatan ini dalam sebuah model atau fungsi didasarkan pada variabel-variabel yang mempengaruhinya. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang fungsi produksi dengan menggunakan analisa Cobb-Douglas Production, dengan analisis pendekatan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro.

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Fungsi produksi adalah hubungan fisik antara masukan prosuksi (Input) dan Produksi (output). Analisis fungsi produksi sering dilakuakn oleh para peneliti, akarena mereka menginginkan informasi bagaimana sumber daya yang terbatas seperti tanah, teaga kerja dan modal dapat dikelola dengan baik agar produksi maksimum dapat diperoleh.

Dalam praktek, penggunaan masukan produksi tersebut masih dipengaruhi oleh factor lain diluar control manusia, misalnya, serangan hama penyakit dan iklim. Oleh karena itu, dalam fungsi produksi, dikenal istilah “factor ketidaktentuan (Uncertainty)” dan “risiko (Risk)”. Besarnya tingkatan factor ketidaktentuan ini akan menentukan besarnya risiko yang dihadapi. Bila petani atau pengusaha sulit untuk menduga kapan akan terjadi musibah (misalnya usaha yang dilakukan adalah risky), amak usaha yang dilakuakan adalah berdasarkan konsep ketidaktentuan tadi. Dengan demikian, bila seseorang akan melakukannya pendugaan dengan menggunakan fungsi produksi pada usaha yang demikian, maka bentuk fungsi produksinya adalah under risk. Bentuk fungsi yang demikian, juga telah dikembangkan oleh para peneliti, misalnya, Anderson, Dillon, dan Hardaker (1997).

Dalam keadaan dimana factor ketidaktentuan dan risiko dianggap tidak terlalu besar pengaruhnya, maka penggunaan analsis fungsi produksi deterministic akan menghasilkan dugaan yang mungkin relative baik. Bila bentuk fungsi produksi yang sesuai dengan problematic dalam sesuatu usaha itu diketahui, maka sebenarnya fungsi tersebut sudah dapat dipakai untuk mendapatkan berbagai informasi, antara lain: menentukan kombinasi masukan (input) produksi mana yang baik ; dan sampai sebesar berapa masukan produksi tersebut berpengaruh terhadap produksi yang diperoleh.

Maka oleh karena itu dibutuhkan suatu metode analisis yang mampu melibatkan variable-variabel yang dirasa sulit untuk diamsukkan dalam suatu fungsi atau persamaan menjadi layak dan perlu diperhatikan. Makas sesungguhnya analisis fungsi Cobb-Douglass merupakan metode analisis yang akan menerangkan dan mengejawantahkan suatu bentuk persamaan dilihat dari hubungan dan pengaruhnya antara varaibel Independent (Bebas) dengan variable Dependent (Tidak bebas).

I.2 Rumusan Penulisan

Tulisan ini akan membahas beberapa topik yang berkaitan dengan salahsatu bahasan utama mata kuliah Teori Ekonomi Makro II yaitu Cobb-Douglas Production (analisa Teori ekonomi mikro dan ekonomi makro) dengan cakupan dibawah ini :

  1. Pemahaman fundamental tentang teori fungsi produksi
  2. Pendekatan teori fungsi produksi dari berbagai model matematika
  3. Fungsi produksi Cobb-Douglas ; Sebuah pembahasan dasar dan khusus
  4. Metode statistika pembahasan fungsi produksi Cobb Douglas ; Dari Teori ke Praktek
  5. Fungsi produksi dalam ekonomi mikro disandingkan dalam tataran pembahasan ekonomi makro

I.3 Tujuan Penulisan

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Teori Ekonomi Makro II dengan dosen pengampu bapak Sujana, S.E, M.M dan sedikitnya memberikan tambahan pengetahuan bagi rekan-rekan semata kuliah lainnya ataupun memberikan pealtihan bagi penulis dalam menghasilkan sebuuah karya yang baik sesuai dengan harapan besar semuanya.

I.4 Metodologi Penulisan

Tulisan ini dibuat dalam bentuk makalah yang persuasive yakni penulis hanya menyampaikan atau memberikan pemaparan mengenai tema/topic yang menajdi bahasan denagn bersumber dari beberapa kajian pustaka yang telah ada.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Pemahaman Fundamental Tentang Teori Produksi

Sebelum menginjak kepada pembahasan tentang teori produksi dengan metode Cobb-Douglas, maka dalam pembahasan pertama akan diungkap terlebih dulu mengenai pemahaman dasar tentang teori produksi.

Proses teori produksi sesungguhnya terjadi dalam alur proses terjadinya kegiatan ekonomi, baik kegiatan ekonomi dalm ruang lingkup mikro (kecil) atau ruang lingkup yang makro (besar). Proses produksi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh stakeholders ekonomi (dalam hal ini firm / perusahaan) dengan mengoptimalkan Input untuk memaksimalkan output. Berkaitan dengan eksistensi input diatas, maka input tersebut sesungguhnya didapat dari stakeholders ekonomi yang lain (dalam hal ini Households / Rumah tangga ). Dan ini merupakan gambaran kecil proses prosuksi dalam ranah ekonomi mikro, yang hanya melibatkan dua stakeholders ekonomi saja.

Berbeda halnya dalam ranah ekonomi makro, proses produksi melibatkan dua Stakeholders (pelaku ekonomi) lainnya yaitu Government (Pemerintah) dan Rest of the World (Luar negeri), paparan diatas dapat dideskripsikan dalam gambar dibawah ini :

Gambar 1

The Map of the Economy and Function Production Position[4]

fig04

Selanjutnya, dalam pembahasan ekonomi mikro yang berkaitan dengan teori produksi maka terdapat istilah Factor-Faktor Produksi dan Fungsi Produski. Faktor-Faktor Produksi dalam teori produksi diartikan sebagai Fungsi yang menunjukkan output tertinggi yang dapat diprosuksi perusahaan untuk setiap kombinasi input tertentu. Sedang Fungsi Produksi adalah Suatu Fungsi yang menunjukkan output (keluaran) terbesar yang dihasilkan perusahaan untuk setiap kombinasi Input tertentu.

Penjelasan diatas biasanya diturunkan dalam bentuk sebuah rumusan dibawah ini :

Rounded Rectangle: Penjelasan : Ø	Faktor – Faktor Produksi yaitu variable K (untuk Capital (modal) ) dan Variabel L (untuk Labor (Tenaga Kerja) Ø	Fungsi Produksi yaitu keseluruhan variabele Independent (K dan L) yang berpengaruh terhadap variabel Dependent (Q)Q = f (K,L)

Diketahui :

Q : Output yang dihasilkan

K : Input Produksi (Capital)

L : Input Produksi (Labour)



II.2 Fungsi Produksi ; Tinjauan Model matematika (Pendekatan Lain)

Fungsi produksi telah banyak digunakan dalam metode analisis matematika, karena begitu sulitnya proses ini jikalau diejawantahklan melalui pendekatan kualitatif (non matematis). Dibawah ini akan disampaikan pendekatan model matematika untuk fungsi produksi yaitu model matematika fungsi linear dan non linear.

Gambar 2 Fungsi Produksi Linear vs Non Linear

Penjelasan Gambar :

Gambar 1 mendeskripsikan tentang teori produksi dalam model fungsi linear. Dijelaskan bahwa dalam model ini fungsi produksi akan berjalan linear (tegak lurus) membentuk kurva ke atas (up word Sloping), artinya ketika input produksi (dalam hal ini capital atau tenga kerja) ditambah atau bertambah banyak maka efek yang terjadi adalah bertambahnya output produksi sampai kapanpun. Hal ini terjadi kerena dalam funsgi linear tidak dimasukkannya variable exogenous lain yang sekiranya akan berpengaruh terhadap fungsi produksi tersebut.

Gambar 2 mendeskripsikan tentang teori produksi dalam model funsgi non linear. Dijelaskan bahwa daalm model ini, fungsi produksi akan berjalan seperti halnya dalam fungsi linear yakni membentuk kurva ke atas (Up Word Sloping), akan tetapi pada suatu titik (dibaca kondisi atau situasi) akan terjadi Diminishing (penurunan) dari suatu produksi, yang biasa disebut The law of Diminishing Production. Artinya ketika suatu proses produksi menambah Input dalam kondisi tertentu maka akan meneikkan output produksi, akan tetapi pada suatu kondisi pula ketika input produksi ditambah dengan dalih ingin memaksimalkan output produksi sedang tidak diperhatikkannya variable exogenous seperti upah atau uang lainnya maka input produksi tadi akan membengkak menjadi beban (biaya) abru untu proses produksi, akhirnya output yang dihasilkan malah menjadi menurun

II.3 Fungsi Produksi Cobb - Douglass

II.3.1 Sejarah Singkat Fungsi Cobb-Douglass

• Fungsi produksi Cobb-Douglas diperkenalkan oleh Cobb, C.W dan Douglass, P.H (1982), dalam artikelnya “A Theory of Production”. Artikel ini dimuat dalam majalah American Economic Review 18, halaman 139-165.

• Sejak itu fungsi Cobb-Douglas dikembangkan oleh peneliti sehingga namanya bukan saja “fungsi produksi”, tetapi juga yang lain, yaitu “fungsi biaya dan fungsi keuntungan”. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi Cobb-Douglas memang dianggap penting

II.3.2 Definisi dan ruang Lingkupnya

Fungsi Cobb-Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel, dimana variabel yang satu disebut dengan variabel dependen (yang dijelaskan/Y), dan yang lain disebut variabel independen (yang menjelaskan/X). (Soekarwati,1993)

Dalam fungsi produksi, maka fungsi produksi Cobb-Douglas adalah suatu fungsi produksi yang ingin memperlihatkan pengaruh input yang digunakan dengan output yang diinginkan. Pentingnya pendugaan menggunakan EKONOMETRIKA (Ekonomi, Matematika, Statistika)

II.3.3 Pentingnya Analisis Ekonometrika

II.3.3.1 Analisis regresi

Analisis regresi adalah analisis yang digunakan untuk menelaah arah dan kekuatan hubungan 2 variabel yang mungkin mempunyai hubungan sebab akibat, dan peramalan/ pendugaan yang berimplikasi mendekati nilai tengah populasi.

Analisis regresi ada beberapa macam yaitu :

  1. Regresi linier atau lurus

adalah hubungan antara y dan x yang hanya terdiri dari satu variabel saja atau berpangkat satu. Persamaan fungsi linier dapat dituliskan sebagai berikut:

Ŷ = a + bx + e

Penjelasan ;

Dimana ;

a = Intercep b = kemiringan

Ŷ = untuk membedakan antara nilai ramalan dengan nilai pengamatan

e = error/kesalahan dalam persamaan / error diharapkan sekecil mungkin

Rumus :



b. Regresi Berganda

adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara y dengan beberapa variabel x. Persamaan regresi berganda dapat dituliskan sebagai berikut :

Ŷ = b0 + b1x1 + b2x12 + e

Setiap pengamatan memenuhi hubungan sebagai berikut :

Ŷ = b0 + b1x1 + bix1i + bix2i + ei

Rumus :








c. Regresi bila variabelnya tidak linier maka dijadikan parameter linier

Penyelesaian hubungan antara y dan x adalah sebagai berikut :

Persamaan dalam Fungsi produksi Cobb Douglas

Y = axibix2b2eu

Ln Y = ln a + b1ln X1 + b2ln X2 + ln e

Misalnya : Z = lnY

α = ln a

X11 = ln X1

X22 = ln X2

μ = ln e

Karena penyelesaian fungsi Cobb Douglass harus diubah bentuk fungsinya menjadi fungsi linier, maka ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menggunakan persamaan tersebut :

1. Tidak ada nilai pengamatan yang bernilai nol sebab logaritma dari nol adalah suatu bilangan yang besarnya tidak diketahui

2. Dalam fungsi produksi,perlu asumsi bahwa tidak ada perbedaan tehnologi dalam setiap pengamatan, ini artinya kalau fungsi produksi yang dipakai dalam pengamatan memerlukan lebih dari satu model, maka perbedaan tersebut terletak pada intersep dan bukan pada kemiringan (slope) model tersebut

3. Tiap variabel x adalah perfect competition

4. Perbedaan lokasi seperti iklim adalah tercakup pada faktor kesalahan u (disturbance term)

II.3.4 Alasan Pokok, Mengapa Fungsi Cobb-Douglas Lebih Banyak Dipakai Peneliti

3 Alasan Pokok, mengapa Fungsi Cobb-Douglas lebih banyak dipakai peneliti, antara lain:

  1. Penyelesaian fungsi Cobb-Douglas relatif lebih mudah dibandingkan dengan fungsi produksi
  2. Hasil pendugaan garis melalui fungsi Cobb-Douglas akan menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus juga menunjukkan elstisitas
  3. Besaran elastisitas tersebut sekaligus menunjukkan tingkat besaran Return to Scale

Data, data yang dipakai mempunyai limitasi yang penting dalam penggunaan fungsi cob douglas antara lain :

1. data harga yang dipakai pada fungsi cobb douglas apabila menggunakan data cross section harus mempunyai nilai variasi yang cukup. Kenyataan data harga input didasarkan pada harga pemerintah yang cenderung konstan dan variasinya kecil

2. pengukuran data yang dilakukan agak sulit seperti upah tenaga kerja apakah upah riil atau diluangkan

3. data tidak boleh ada nilai nol atau negatif karena nilai logaritma dari nol atau negatif adalah tidak terhingga

Asumsi, penggunaan asumsi harus tepat dan sesuai seperti asumsi penggunaan tehnologi dianggap netral yang artinya intercept bisa berbeda, tetapi slope garis penduga cobb douglas dianggap sama padahal belum tentu tehnologi didaerah penelitian sama.

Soekartawi (1993) menyatakan Return to scale (RTS) digunakan untuk mengetahui apakah kegiatan dari usahatani tersebut mengalami kaidah increasing, constan atau decreasing return to scale serta dapat menunjukkan efisiensi produksi secara tehnis. Ada tiga alternatif yang bisa terjadi dalam RTS, yaitu :

1. Decreasing return to scale, apabila (b1 + b2) <>

2. Constant return to scale, apabila (b1 + b2) = 1, artinya bahwa proporsi penambahan faktor produksi akan sama dengan proporsi penambahan produksi

3. Increasing return to scale, apabila (b1 + b2) > 1, artinya bahwa proporsi penambahan produksi melebihi proporsi penambahan faktor produksi

II.3.5 Contoh Pengaplikasian Analisis Fungsi Produksi Cobb-Douglass

Penelitian yang dilakukan oleh Ati Haryati

judul

“Analisis pendapatan dan efisiensi penggunaan factor-faktor produksi pada usahatani jagung hibrida varietas pioneer dan cargil di Situbondo”

Didapat hasil perhitungan sebagai berikut :

Ln Y = 4.599 + 0.089 ln X1 -0.006 X2 - 0,004 ln X3 + 0,014 ln X4 + 0,787 ln X5

Deskripsi :

Variabel

Koefisien regresi (bi)

Salah baku (Sbi)

t hitung

Intercep

  1. Benih (X1)
  2. Pupuk urea (X2)
  3. Pupuk KCL (X3)
  4. Pupuk ZA (X4)
  5. Tenaga kerja (X5)

F hitung

R2

∑ bi

4,599

0.089

-0.006

-0.004

0.014*

0.787*

4.877

0.385

0.88

1,540

0.110

0.008

0.005

0.005

0.280

2,986

0.419

-0.833

-1.031

3.033

2.808

II.3.6 Kelemahan Fungsi Cobb-Douglass

Akan Tetapi fungsi cobb douglas ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan, antara lain :

  1. Spesifikasi variabel yang keliru, hal ini menyebabkan nilai elastisitas produksi yang diperoleh negatif atau nilainya terlalu besar atau kecil. Spesifikasi ini akan menimbulkan terjadinya multikolinearitas pada variabel bebas
  2. Kesalahan pengukuran variabel, hal ini terjadi bila data kurang valid sehingga menyebabkan besaran elastisitas produksi yang terlalu besar atau kecil.
  3. Bias terhadap variabel manajemen. Faktor manajemen merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi karena berhubungan langsung dengan variabel terikat seperti manajemen penggunaan faktor produksi yang akan mendorong besaran elastisitas tehnik dari fungsi produksi ke arah atas. Manajemen ini berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam pengalokasian variabel input dan kadang sulit diukur dalam pendugaan fungsi cob douglas
  4. Multikolinearitas, dalam fungsi ini sulit dihindarkan meskipun telah diusahakan agar besaran korelasi antara variabel indipenden tidak terlalu tinggi seperti memperbaiki spesifikasi variabel yang dipakai

II.4 Analisis Fungsi Cobb-Douglass : Suatu Penerapan Dalam Ekonomi Makro

II.4.1 Prolog

GDP, Y, is value produced.

GDP can be decomposed:

L = Labor is defined as hours worked.

Main concern in this chapter is productivity

Gambar 3

Production in macroeconomics Worldview

Gambar 4

Income per person, 2003
Groningen Growth & Development Center http://www.ggdc.net

Gambar 5

Productivity

Gambar 6

Employment

II.4.2 Aggregate Production Function

Assume aggregate output can be written as an algebraic function of the aggregate factors.

Technological change over time is represented as a scaling factor, Qt.




Example: Cobb-Douglas

II.4.3 Macroeconomics Analysis ; Marginal Productivity of Labor

Holding capital constant, the effect on GDP of increasing labor by a small amount. Y = F(L) MPL = ΔY/ΔL

– The slope of the production function

– For very small increases in labor, can be calculated with first derivative of output with respect to labor. MPL = F’(L)

Diminishing returns suggests that if you hold one factor constant, marginal returns are a diminishing function.

Gambar 7

Production Function

Gambar 8

Marginal Productivity Function

II.4.3.1 Advantages of Cobb-Douglas Production Function ; Macroeconomics Analysis

II.4.3.1.1 Constant Returns to Scale

If you increase both capital and labor by a factor of N, then you will also increase output by a factor of N




Implications for Country Size: Output per capita depends only on capital per capita and labor per capita, not on population size itself.




II.4.3.1.2 Labor Productivity is a Function of Technology and the Capital-Labor Ratio

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Fungsi produksi adalah hubungan fisik antara masukan prosuksi (Input) dan Produksi (output). Analisis fungsi produksi sering dilakukan oleh para peneliti, karena mereka menginginkan informasi bagaimana sumber daya yang terbatas seperti tanah, teaga kerja dan modal dapat dikelola dengan baik agar produksi maksimum dapat diperoleh.

Diantara model fungsi produksi yang menarik adalah fungsi Cobb-Douglass . Fungsi Cobb-Douglass adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel, dimana variabel yang satu disebut dengan variabel dependen (yang dijelaskan/Y), dan yang lain disebut variabel independen (yang menjelaskan/X). dalam model ini variable yang sering muncul, akan tetapi belum mampu dihadirkan dalam model lain coba dimasukkan seperti adanya gangguang hama, musim, dsb. Hal ini membuat model Cobb-Douglass menjadi lebih valid dalam mengemukakan suatu teori.

Pendekatan kuantitatif dengan memasukkan semua variable yang diangap berpengaruh, membutuhkan anlisis matematik, statistic, dan ekonomi. Dalam hal ini dibutuhkannya analisis ekonometrik untuk melengkapi dan menyempurnakan proses pengkajian teori produksi tersebut.

Dalam ranah ekonomi makro, maka teori Cobb-Douglass bisa diaplikasikan dalam teori pertumbuhan ekonomi dengan melihat produktivitas dari suatu perekonomian. Selain model Sollow yang kita ketahui untuk menentukan pertumbuhan ekonomi, dapat pula mengguanakn fungsi Cobb-Douglass. melalui contoh penelitian diatas dengan menggunakan model Cobb-Douglass lebih valid dibanding dengan model lainnya.

Penutup

Demikianlah karya tulis yang kami buat, permohonan maaf yang sebesar-besarnya terlontar dari lubuk hati yang paling dalam karena masih banyaknya kekurangan yang perlu disempurnakan dalam karya ini. Mudah-mudahan apapun yang dihasilkan dan dibuat dapat diterima oleh stakeholders manapun dengan sebaik-baiknya.

Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini. Semoga bimbingan dan apresiasi semuanya dapat dibalas dengan ganjaran yang sesuai dari sang maha kuasa. Sehingga dalam perjalanan kedepan, kita dapat menghasilkan sebuah karya yang lebih baik dari sebelumnya. Amin!

DAFTAR PUSTAKA

Soekarwati, 1993, Teori Ekonomi Produksi Analisa Fungsi Cobb-Douglass ; Sebuah bahasan khusus

Rahardja, Pratama dan Mandala Manurung, 2003, Pengantar Teori Ekonomi mikro

Rahardja, Pratama dan Mandala Manurun, 2003, Pengantar Teori Ekonomi Makro

www.google.com/cobbdouglass/ppt



[1] Tulisan ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah ekonomi makro II dengan dosen pengampu bapak Sujana, M.M

[2] Mahasiswa STEI Tazkia, Jurusan Ilmu Ekonomi Islam Semester V

[3] Mahasiswa STEI Tazkia, Jurusan Ilmu Ekonomi Islam Semester V. dapat dihubungi di email : zielinh@yahoo.com

[4] Andi Irawan, Diambil dalam Persentasi Ekonomi Moneter